Minggu, Oktober 30, 2011

WARISAN TERINDAH




Ini semua soal waktu
Sesuatu dimana kita mencoba untuk menetapkannya sebagai apa?
Sejarah yang menginspirasi dunia
Atau hanya debu yang tertiup dan menghilang dalam kefanaan?

Ini semua tentang waktu
Sesuatu yang kita coba manfaatkan sebagai apa?
Memaksimalkan diri menggegam dunia
Mengejar kebahagiaan nirwana
Menjalani keduanya
atau
Terbuang dari sisi dunia dan nirwana

Ini semua adalah waktu
Sesuatu yang kita coba untuk mengenangnya sebagai apa?
Sebagai gulali yang manisnya merasuk dalam hidup
Sebagai kopi tanpa gula yang pahitnya terekam dalam indera perasa
atau mungkin
Sebagai kombinasi dari semua konfigurasi rasa yang dipadukan

Ini semua cerita waktu
Sesuatu yang mungkin saja menarik kita pada peran apa?
Peran sebagai seorang anak kecil yang terpuaskan ego bermainnya
Peran sebagai remaja yang senang menyalakkan egonya
Peran sebagai dewasa yang mencoba mematangkan egonya
atau mungkin
Peran sebagai tua yang bijaksana ketika sakaratul akan menjemput

Ini waktu
Kita tahu waktu itu berjalan dan detik itu berjalan cepat
Tapi jawaban isinya ya hanya kita dan Sang Khalik yang tahu
Ya waktu, hanyalah waktu.

Sebait pesan dari seorang sahabat,hari kamis pagi.
lama tak kubaca pesan tersebut di notepad laptopku,tapi hari ini iseng kubuka,entah kenapa setelah kutatap tiap barisnya ku jadi ingin meluangkan sejenak waktuku untuk berpikir..ya berpikir,suatu pekerjaan yang kadang tidak kujalani dengan khusus.
Ketika kududuk di depan dapur,menatap ladang sawit yang gelap gulita,maklum tidak ada listrik disana,mendung masih menggelayuti langit malam sisa hujan tadi sore,kudapati diriku masih bernafas,
kuraba dadaku...masih berdetak.
Alhamdulillah...tanpa kusadari kalimat itu meluncur dari bibirku,lancar sekali..tanpa beban.
Inikah yang disebut kesyukuran??

Sahabat,kita tidak akan pernah tahu berapa "kamis" lagi kesempatan kita untuk tetap bernafas...tapi ingatkah sahabat tentang cerita seorang kakek renta yang menanam pohon??

Kenapa?Why?
"Nenek moyang kami menanam pohon,dan kami memakan buahnya..maka sudah selayaknya kami menanam untuk anak cucu kami nanti"
sebuah jawaban yang sangat sederhana,tanpa pamrih..
Si kakek tahu pasti bahwa waktunya tak akan lama lagi,tapi itu bukan halangan baginya untuk terus berbuat..

Bandingkan dengan kita yang notabene masih muda,yang masih menikmati hasil dari para pendahulu kita..
Tapi perbuatan kita masih terpaut dengan orientasi..

Apa yang kita dapat?
Apa untungnya?
Ada gajinya nggak?

Materi,ego,dan kepentingan pribadi yang dipertimbangkan...
jarang ada yang memikirkan kepentingan generasi penerus kita kelak..

melupakan satu hal penting..PENDIDIKAN
ya,pendidikan...
sesuatu yang kadang kita deskripsikan dengan pergi ke sekolah,menyimak penjelasan guru,ulangan dan ujian...
Padahal,pendidikan adalah At ta'siru bi jamiil muatsirati allati nakhtaruha qosdan linusa'ida biha attifla 'ala an yataroqqo jisman khuluqon wa adaban hatta yastatial wusul ilaihi minal kamali wal jamal (attarbiyah wa atta'lim)

Segala sesuatu yang menorehkan kesan dalam jiwa seorang anak baik secara fisik maupun batin...itulah pendidikan.
sehingga tak heran apabila ada ungkapan AL UMMU MADROSATUN.....
ibu adalah sekolah...
kenapa?...tentu kita sadar,Ibu adalah sekolah kita yang PERTAMA...DAN TAKKAN TERGANTIKAN.

Ibu kita pasti meninggalkan kesan yang sangat dalam pada diri kita,bahkan jika kita melihat orang "BESAR",maka tengoklah ibunya...
KH Hasan Abdullah Sahal pernah menulis dalam pesan dan nasehat untuk para santriwati di Pondok Al Muqoddasah,

Seorang Lelaki mungkin bisa menjadi Pemimpin dunia...
Tapi ingat,wanitalah yang akan melahirkannya...




Kembali ke pendidikan,

Jaman sekarang ini banyak sekali pola dan sistem pendidikan yang bertebaran di dunia ini,dari yang berkiblat dari Barat,maupun Timur.
Orientalis,maupun Oksidentalis...
tapi banyak yang melupakan tentang Guru dan Jiwa Guru itu sendiri...

Sedikit bercerita,tentang sistem pendidikan yang di giatkan oleh "pemerintah" kita saat ini,Kemarin temanku yang kebetulan berangkat ke Dinas Pendidikan tingkat kabupaten untuk mengambil soal
try out untuk anak anak kelas tiga MTs tempatku "membantu" mengajar sambil menunggu panggilan visa untuk kuliahsetelah pengabdian di Gontor 3,dia menghubungiku di sekolah.."Wan,gwe minjem duit ente di ATM dulu ya ?..Buat ngambil soal,kurang nih duitnya.."

Tahukah sahabat berapa yang dia butuhkan untuk sekedar "mengambil" soal?
940.000 rupiah..!!

Jujur,saya sangat bingung dengan kata katanya...maklum dulu ketika di gontor,soal tidak pernah mengeluarkan uang sepeserpun..bahkan para pembuat soal tidak diberi imbalan materi..malah kadang kadang para guru diberi sanksi apabila teledor atau asal asalan dalam membuatnya,
Dan ketika saya lihat soalnya,sungguh sangat mengecewakan...ada yang tidak jelaslah,ada yang nomor 44nya dobel...bahkan ketika saya coba koreksi,ternyata kunci jawabannya tidak sesuai dengan pertanyan yang diberikan.
Seperti inikah pohon yang kita tanam sekarang?
Pemerintah dengan koar koarnya tentang pendidikan wajib Sembilan tahun,tapi melupakan inti dari pendidikan tersebut
Bagi mereka pendidikan masih terbatas pada masuk kelas dan menyampaikan materi,yang terdapat di teks teks buku paket ,melupakan para guru yang berjuang mengenalkan ilmu kepada anak anak di daerah terpencil,yang hanya untuk menuju sekolahnya saja butuh waktu 2,5 jam.
Bahkan saya mendengar dengan telinga saya sendiri bahwa Bapak Kepala Dinas Pendidikan di Kabupaten terpencil tempat kami mengajar menentang dengan keras dengan diselenggarakannya UN..yang bagi mereka hanya untuk orang orang kota.
Tidak berfikir bagaimana sulitnya mendapatkan buku pelajaran,sedangkan saya mencari spidol saja 3 jam belum dapat..sampai sekarang.
Dan mereka membuat soal dengan paket A,B,C,D, dan seterusnya tidak jelas materinya diambil dari buku yang mana.
Yang saya lihat dari mata murid murid saya adalah keputus asaan..menghadapi Ujian yang merupakan Momok dalam kehidupannya,padahal mereka adalah anak yang haus akan segarnya pengetahuan.Hanya dikarenakan tidak tahu materi apa saja yang akan diujikan kelak.
Bimbel?jelas tak mungkin,mana ada lembaga bimbingan belajar yang akan membuka cabangnya di daerah terpencil ini,nggak bakalan untung(Secara Materi)
Maka,dengan tulisan ini..saya harap kepada pembaca dimanapun anda berada,agar tetap tidak melupakan pentingnya pendidikan (dalam arti yang lebih dalam dan kompleks)bagi kita sendiri,anak anak kita kelak,dan generasi penerus kita sebagai orang yang berperadaban,berbangsa,dan tentunya beragama.
Karena hanya dengan ilmu dan pengetahuanlah kita bisa mewariskan masa depan kepada mereka semua.


1 komentar:

  1. Bingung mau ngapain? mendingan main games online bareng aku?
    cuman DP 20rbu aja kamu bisa dapatkan puluhan juta rupiah lohh?
    kamu bisa dapatkan promo promo yang lagi Hitzz
    yuu buruan segera daftarkan diri kamu
    Hanya di dewalotto
    Link alternatif :
    dewa-lotto.name
    dewa-lotto.com

    BalasHapus